Mencari Sosok Pemimpin Negeri


Saat ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi pesta demokrasi dalam rangka memilih Kepala Daerah (Gubernur, Bupati, Walikota). Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2015 sudah mengatur limitasi bulan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada). KPU memutuskan pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota serentak tahun 2017 pada hari Rabu tanggal 15 Februari 2017. Total daerah yang akan menyelenggarakan pilkada berjumlah 101 daerah, yang terdiri dari 7 provinsi, 18 kota, dan 76 kabupaten. Daerah tersebut yang akhir masa jabatan kepala daerahnya berakhir bulan Juli 2016 sampai dengan Desember 2017. (kpu.go.id).  Adapun Provinsi, Kabupaten, dan kota yang akan melaksanakan Pilkada serentak total ada 101 daerah (http://pilkada.liputan6.com), yakni:

Provinsi (7):
1. Aceh
2. Bangka Belitung
3. DKI Jakarta
4. Banten
5. Gorontalo
6. Sulawesi Barat
7. Papua Barat

Kabupaten (76):
1. Mesuji
2. Lampung Barat
3. Tulang Bawang
4. Bekasi
5. Banjarnegara
6. Batang
7. Jepara
8. Pati
9. Cilacap
10. Brebes
11. Kulonprogo
12. Buleleng
13. Flores Timur
14. Lembata
15. Landak
16. Barito Selatan
17. Kotawaringin Barat
18. Hulu Sungai Utara
19. Barito Kuala
20. Banggai Kepulauan
21. Buol
22. Bolaang Mongondow
23. Kepulauan Sangihe
24. Takalar
25. Bombana
26. Kolaka Utara
27. Buton
28. Boalemo
29. Muna Barat
30. Buton Tengah
31. Buton Selatan
32. Seram Bagian Barat
33. Buru
34. Maluku Tenggara Barat
35. Maluku Tengah
36. Pulau Morotai
37. Halmahera Tengah
38. Nduga
39. Lanny Jaya
40. Sarmi
41. Mappi
42. Tolikara
43. Kepulauan Yapen
44. Jayapura
45. Intan Jaya
46. Puncak Jaya
47. Dogiyai
48. Tambrauw
49. Maybrat
50. Sorong
51. Aceh Besar
52. Aceh Utara
53. Aceh Timur
54. Aceh Jaya
55. Bener Meriah
56. Pidie
57. Simeulue
58. Aceh Singkil
59. Bireun
60. Aceh Barat Daya
61. Aceh Tenggara
62. Gayo Lues
63. Aceh Barat
64. Nagan Raya
65. Aceh Tengah
66. Aceh Tamiang
67. Tapanuli Tengah
68. Kepulauan Mentawai
69. Kampar
70. Muaro Jambi
71. Sarolangun
72. Tebo
73. Musi Banyuasin
74. Bengkulu Tengah
75. Tulang Bawang Barat
76. Pringsewu

Kota (18):
1. Banda Aceh
2. Lhokseumawe
3. Langsa
4. Sabang
5. Tebing Tinggi
6. Payakumbuh
7. Pekanbaru
8. Cimahi
9. Tasikmalaya
10. Salatiga
11. Yogyakarta
12. Batu
13. Kupang
14. Singkawang
15. Kendari
16. Ambon
17. Jayapura
18. Sorong

Kondisi ini sangat menarik perhatian kita semua, dan menjadi pergumulan besar bagi para pemilih, siapa yang hendak dan layak jadi pemimpin yang akan dipilih nanti. Tentunya, ada kriteria pemimpin yang harus kita ketahui, agar para pemilih tidak salah pilih.

Ada dua pokok pikiran yang akan saya utarakan terkait calon pemimpin yang harus kita pilih, yakni personalitynya dan haluan politiknya.
Pertama, personality. Personality memegang peran penting bagi seorang pemimpin (leader). Personality sangat menentukan sukses kepemimpinan itu sendiri (leadership). Ada empat hal yang harus dicari dan ditemukan dalam diri pemimpin tersebut yaitu: 1) orang tersebut selalu berkata benar; 2) orang tersebut dalam kehidupannya suka melakukan/bertindak adil (tidak memihak); 3) orang tersebut rancangan hatinya selalu baik. Ia tidak suka merancang kejahatan dalam hati. Cara mendeteksinya mudah; apakah ia suka menghasut orang banyak untuk melakukan kejahatan apa tidak. Kejahatan di sini yaitu segala sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat. Suka melakukan provokasi demi popularitas pribadi dan kelompoknya. 4). Orang tersebut tidak suka bersumpah palsu. Ia tidak suka memutarbalikkan fakta/kebenaran.

Kedua, haluan politik. Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Maka siapapun wajib mempertahankannya sampai titik darah penghabisan (nyawa sekalipun taruhannya). Pemilih harus selektif terhadap calon-calon pemimpin, apalagi mereka yang hanya ingin berkuasa dan merubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih destruktif. Calon pemimpin seperti ini, jangan dipilih. Haluan politik juga berbicara tentang dogma yang dianut oleh pemimpin tersebut, apa ia melayani rakyat kecil atau hanya untuk melayani kaum yang membuat dia untung.

Bangsa Indonesia tentunya sudah belajar banyak tentang kehidupan demokrasi selama ini. Bagaimana keputusan politik kita (sikap memilih) hanya ditentukan oleh seberapa besar nilai amplop yang datang ke rumah masing-masing. Awas, jangan sampai suara kita hanya dibeli dengan uang seharga lima puluh ribu rupiah per kepala, sebagai imbalan untuk memilih calon tertentu. Hal itu harus ditolak. Saatnya, setiap individu di bangsa Indonesia yang memiliki hak pilih memiliki keputusan yang sangat mulia untuk menentukan pilihannya, tanpa iming-iming dan intimidasi kelompok atau pihak tertentu. Bebaskanlah segala rasa intimidasi itu, dan carilah informasi sebanyak mungkin terkait pemimpin yang bisa saudara percaya untuk membangun kehidupan daerah saudara lebih baik lagi ke depan.

Kemajuan daerah saudara ada di tangan anda. Carilah pemimpin yang personalitynya baik dan haluan politiknya melayani NKRI.

(ast/garuda pasifik)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: