Pulau Miangas, Talaud dalam Teropong Dunia


Pulau Miangas sangat seksi dibicarakan baik di tingkat regional maupun internasional. Pulau Miangas berada pada koordinat 5°34′2″LU,126°34′54″BT, yang posisinya berada dalam gugusan pulau-pulau di Nanusa (Karatung, Marampit, Kakorotan, Malo, Intata, Mangupun, dan Garat), Kabupaten Talaud Provinsi Sulawesi Utara dan tepat berada di paling luar (Utara) NKRI yang berhadapan langsung dengan pulau Mindanau (Filipina).

Pulau ini memiliki luas sekitar 3,15 km². Jarak Pulau Miangas dengan Kecamatan Nanusa adalah sekitar 145 mil, sedangkan jarak ke Filipina hanya 48 mil. Dalam sejarah pulau ini, pulau ini berada dalam penguasaan Belanda sejak tahun 1677. Selanjutnya, sejak 1891 Filipina memasukkan Miangas ke dalam wilayahnya. Miangas dikenal dengan nama La Palmas dalam peta Filipina.

Untuk mengenal Miangas lebih jauh lagi, maka saya akan memaparkan karakteristiknya sebagai berikut:

Pertama, Karateristik Laut dan Pesisir.
Pulau Miangas dikelilingi oleh laut Sulawesi dan Samudera Pasifik. Karakteristik laut di Miangas sangat dipengaruhi musim angin yang bertiup, pada bulan April, Mei, dan Juni yang membuat gelombang laut sangat tenang. Namun pada bulan September, Oktober dan November gelombang laut sangat tinggi dapat mencapai 6 meter yang mana disebabkan oleh angin barat.

Kedua, Ekosistem pesisir.
Ekosistem perikanan di pulau Miangas ditunjang oleh keberadaan terumbu karang, kepiting, dan lobster. Selain itu, ikan yang banyak diperoleh adalah ikan saramiang, ikan kakap merah, deho, dan malalugis. Kebanyakan ikan-ikan ini berada sejauh 2-3 mil dari daratan.

Ketiga, Kondisi ekonomi.
Kegiatan perdagangan di Miangas terdiri dari perdagangan lokal, regional,
dan perdagangan lintas batas. Perdagangan lokal terjadi di internal masyarakat Miangas sedangkan perekonomian regional merupakan interaksi Miangas dengan wilayah lain di Indonesia, seperti pada gugusan pulau sekitar dan ibukota kabupaten. Sementara itu, perdagangan lintas batas dilakukan antara masyarakat Miangas dengan pedagang atau nelayan Filipina.

Kualitas tanah di Pulau Miangas cukup baik untuk ditanami tanaman kebun seperti pohon kelapa. Selain itu, kondisi tanah di sana juga cocok untuk ditanami cengkeh dan pala serta umbi-umbian. Pulau Miangas memiliki jenis tanah tropudalfs, yaitu tanah kritis sedangkan jenis batuannya yaitu batu karang dari endapan laut. Pulau Miangas bisa ditanami tanaman padi, namun masyarakat belum terbiasa dengan kegiatan bertani sehingga perlu adanya sosialisasi cara-cara bertani kepada masyarakat.

Permasalahan kualitas air yang dirasakan di pulau Miangas adalah intrusi air asin (air laut). Intrusi ini dapat menyebabkan air menjadi berasa payau. Selain itu, air tanah akibat intrusi ini dapat memengaruhi pondasi bangunan. Sumber air bersih di pulau Miangas didapat dari air bawah tanah karena tidak terdapat sungai ataupun waduk/danau di pulau tersebut. Curah hujan yang cukup tinggi dapat berpengaruh pada penyediaan air bersih di Pulau Miangas.
Secara umum fasilitas ekonomi di Miangas masih belum memadai. Telah tersedia beberapa fasilitas ekonomi di Pulau Miangas yang dibangun oleh Pemerintah Pusat dan Daerah, seperti Dolog (Depot Logistik), Tangki Minyak, Penyulingan Air, dan Bangunan Pasar. Selain itu terdapat kios-kios yang ada di permukiman penduduk. Pembangunan fasilitas yang tidak diiringi oleh pembinaan/pelatihan menyebabkan kurang optimalnya program-program tersebut.

Fasilitas ekonomi di Pulau Miangas terkonsentrasi pada kawasan terbangun di bagian selatan Pulau, dengan guna lahan berupa permukiman, perkantoran, fasilitas sosial (peribadatan, sekolah, lapangan olahraga), serta simpul transportasi berupa pelabuhan dan dermaga. Saat ini Miangas sudah memiliki bandara, harapannya dapat memaksimalkan pelayanan dan pergerakan sosial dan ekonomi masyarakat Miangas.

Keempat, Interaksi ekonomi dengan masyarakat Negara Filipina.
Kegiatan perdagangan lintas batas RI-Filipina terjadi di Miangas. Limit transaksi perdagangan yang ada adalah sebesar US $150/orang/bulan. Jangka waktu lintas batas penduduk asing berada di Negara kunjungan adalah selama 59 hari (tertera dalam pass card pelintas batas). Hal ini berlaku serupa baik bagi Miangas maupun Filipina. Penduduk Filipina biasanya menjual barang-barangnya dalam satuan mata uang rupiah. Demikian halnya penduduk Indonesia akan menerima mata uang Peso ketika menjual barang dagangannya ke Filipina. Keberadaan money changer di Filipina dan Indonesia mempermudah aktivitas perdagangan perbatasan.

Penduduk Indonesia mengunjungi Filipina untuk membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari yang tidak diperoleh dalam kota dan kabupaten di Sulawesi Utara, seperti Tahuna, Melonguane, Bitung ataupun Manado. Penduduk Miangas cenderung membeli barang pecah belah dan beberapa barang lainnya di Filipina. Barang-barang yang masuk dari Filipina biasanya diperiksa langsung oleh pihak-pihak yang terkait dengan pos lintas batas. Instansi-instansi yang termasuk dalam pos lintas batas adalah Pos AL, Koramil, Kecamatan, Bea Cukai dan Kantor imigrasi.

Selain kegiatan jual-beli, masyarakat Miangas juga menerapkan sistem barter untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kegiatan barter ini terjadi antar penduduk Miangas dan Filipina. Frekuensi kedatangan nelayan Filipina ke Indonesia terbilang cukup sering, berbeda dengan nelayan Miangas yang jarang melaut ke wilayah Filipina. Barang-barang yang biasa dijadikan untuk barter oleh Filipina adalah triplek, coca-cola, sprite, makanan kaleng, telur, peralatan masak, dan makan (pisau, kuali, gelas, piring); sedangkan barang yang biasa dijadikan barter oleh penduduk Miangas adalah ikan dan kopra.

Kelima, Penduduk Miangas.
Penduduk yang tinggal di Miangas sebagian besar merupakan penduduk asli, kecuali para pekerja seperti TNI, pekerja konstruksi yang bekerja di sana. Adapun jumlah penduduk Miangas per 13 Oktober 2014 tercatat sebanyak 853 jiwa.

Keenam, Interaksi masyarakat Miangas dengan masyarakat Filipina.
Letak pulau Miangas yang cukup dekat dengan Negara tetangga Filipina membuat mudahnya pelintas batas baik dari Filipina maupun Miangas ke masing-masing tempat. Hal ini tentu menyebabkan adanya interaksi antara masyarakat Miangas dengan Filipina. Ditambah lagi banyak masyarakat Miangas yang sudah tinggal lama di Negara Filipina terutama di Distrik Tibanban Kabupaten Governor Generoso Davao. Interaksi masyarakat Miangas dengan masyarakat Filipina antara lain melalui perdagangan, yang mana pedagang Filipina menjual kebutuhan-kebutuhan sehari-hari ke Miangas. Diantaranya peralatan rumah tangga, pakaian, BBM (bensin dan minyak tanah), minuman ringan dan alkohol serta sembako (beras, daging, minyak goreng). Sedangkan masyarakat Miangas menjual ikan ke pedagang Filipina atau melakukan barter.

Interaksi budaya berupa melakukan tarian bersama-sama dengan pelintas batas Filipina di jalanan. Satu sisi berbaris masyarakat Miangas dengan bendera Indonesia dan di sisi lain masyarakat Filipina berbaris dengan bendera Filipina kemudian menari bersama. Pada kesempatan berikutnya giliran masyarakat Miangas diundang ke Filipina untuk menari bersama sama seperti yang dilakukan di Miangas.

Di bawah ini saya sajikan peta Miangas sebagaimana terdapat dalam buku Rencana Induk Lokpri Miangas Tahun 2014, sebagai berikut:

peta-miangas-lokpri

Miangas, harus dipertahankan apapun cara dan resikonya oleh NKRI. Tidak ada alasan bagi kita untuk mengabaikan pulau ini, apalagi masyarakat yang ada di dalamnya. Fakta untuk mempertahankan pulau ini sangat jelas memiliki dasar hukumnya. Sebab, berdasarkan keputusan Mahkamah Arbitrasi Permanen yang diadakan tahun 1928 di Den Haag, Spanyol tidak dapat membuktikan penguasaannya atas Pulau Miangas, semetara Belanda dapat membuktikan secara administrative penguasaannya atas pulau tersebut sejak tahun 1677. Sesuai dengan Territoriale Zee en Marietieme Kringen Ordonantie (TZMKO) tahun 1939, Pulau Miangas menjadi wilayah kedaulatan Republik Indonesia.

Sumber:

1.  Buku Rencana Induk Lokpri Miangas Tahun 2014, BNPP (dalam Manajemen Komunikasi Daerah Perbatasan: Studi kasus Pengelolaan Komunikasi oleh BNPP Pada Wilayah Konsentrasi Pengembangan Daerah Perbatasan di Kabupaten Kepualaun Talaud Tahun 2014);

2. https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Miangas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: